Mengapa Banyak Marketing Yang Tidak Sukses di MLM?

Banyak program-program afiliasi yang memasuki ranah dunia bisnis MLM saat ini. Dengan vitalitas, antusias dan harapan yang tinggi, kebanyakan mereka telah melakukan hal-hal yang mengesankan banyak orang. Namun persentase yang lebih tinggi dari usaha untuk mendapatkan uang yang banyak, adalah kecewa dan putus asa.

Hal ini menimbulkan kekecewaan berat disaat kita melihat kawan kita yang memulai dari awal dalam bisnis MLM dan berhasil mencapai kesuksesan tertinggi. Tugas pemasaran dalam bisnis ini tidak sama dengan rutinitas pemasaran yang biasa dilakukan dengan rentang waktu antara jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Dari sejumlah pengamatan yang dilakukan, kebanyakan individu ini menyerah dilangkah-langkah awal dikarenakan mereka menunjukkan karakteristik umum berikut :

* Kebanyakan tidak memiliki struktur yang jelas dan master plan pemasaran yang mumpuni. Selain itu tingkat kedisiplinan yang rendah, karena hanya berkutat pada rentang waktu 9 pagi – 5 sore. Juga faktor pengawasan yang ketat dari atasan, apakah itu penilaian tentang sejauh mana kemajuan pemasaran yang telah dicapai atau tingkat kerapihan absensi masuk dan keluar kantor. Selain itu kita diharuskan bertemu langsung dengan calon pelanggan atau pelanggan untuk memberikan propaganda produk penjualan kita.

* Kebanyakan kita tidak mengikuti sistem yang sudah ada. Seperti kita tahu bahwa beberapa perusahaan yang sukses mempunyai sistem yang terintegrasi dan sudah dijalankan selama bertahun-tahun. Sistem dapat memberikan sebuah pedoman kesuksesan yang dapat direplikasi. Jika kita menelaah lebih dalam tentang bisnis MLM, MLM adalah sebuah sistem yang dapat diduplikasikan. Jadi, jika kita berniat terjun kedalam bisnis ini, sebagai distributor MLM, maka kita harus benar-benar mengikuti alur sistem yang sudah diperkenalkan dan diuji. Dalam sistem ini sudah termasuk manajemen kepemimpinan dan menindaklanjuti suatu hal semisal prospek,  mengorganisir jaringan dan menduplikasinya, melakukan presentasi dan evaluasi kinerja pribadi dan jaringan serta bekerja dan belajar bersama demi satu tujuan kesuksesan.

* Tidak mempraktekkan hal yang sudah menjadi “kewajiban” dalam bisnis MLM. Perlu kita ketahui bahwa dalam bisnis ini, tidak ada fisik “BOS” yang nyata untuk kita berikan pertanggung jawaban atas kinerja kita. Jadi kehilangan fokus dan menurunnya hasil kerja bukan berarti akan merugikan upline kita, akan tetapi dampak tersebut hanya pada diri kita sendiri. Oleh karena itu membuat motivasi dan mempertanggung jawabkan segala hasil kerja hanya kepada satu “BOS” yakni diri kita sendiri. Tetap fokus kepada target dan perencanaan yang kita buat untuk diri kita sendiri adalah penting, dan jangan terganggu oleh hal-hal yang membuat kita jadi terbeban dalam menjalani bisnis MLM.

* Tidak melakukan evaluasi atas target dan perencanaan yang lalu, serta kurang jelinya dalam melihat kondisi calon prospek. Setiap calon prospek dan klien pastinya berbeda-beda, akan tetapi mereka mempunyai keinginan yang sama yakni dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengusaha dan distributor yang sukses pastinya paham bahwa menghadapi calon prospek dan klien yang berbeda-beda adalah sebuah tantang dan pertarungan yang unik. Namun mereka dapat mengetahui bagaimana cara untuk mendekati calon prospek atau klien ini. Dalam bisnis MLM, setidaknya kita harus dapat bersedia “berjalan” beriringan dengan calon prospek atau klien kita agar mereka dapat memahami dan mengetahui bahwa kita sedang menuntun mereka ke dalam jalan kesuksesan.

* Dan yang terakhir adalah kurang kejujuran pada diri sendiri. Disaat pertama kita terjun dalam bisnis MLM, kita berharap adanya seorang mentor yang telah sukses menjalani bisnis ini dan mengajari kita tentang langkah-langkah terbaik. Namun dalam banyak kasus, banyak terjadi ketidakterbukaan/kejujuran kepada mentor jika suatu kali kita diperiksa. Satu contoh, kita diminta untuk membuat daftar 20 calon prospek dan menindaklanjuti atas 20 calon prospek tadi dalam 7 hari kedepan. Namun dari sekian nama yang kita masukkan dalam daftar calon prospek, hanya 7 yang kita tindak lanjuti. Jika kita memberitahukan kepada mentor kita bahwa kita telah menindaklanjuti kesemuanya, maka kita telah menipu siapa? :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *